Notification

×

Iklan

Iklan

Doa Bukanlah Mantra, Berusahalah!

Senin, Juni 21, 2021 | 11:30 WIB Last Updated 2021-09-03T14:14:39Z

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”
[QS. Al Anbiya (21): 88]

Banyak orang berdoa, memohon kepada Allah swt ketika sudah tidak mampu lagi berpikir dan berusaha. Allah Swt menjadi pelariannya. Tetapi ketika diberi rejeki dan anugerah yang luas ia tidak ingat akan Tuhannya. Tapi Allah tetap saja memperkenankan orang-orang yang berdoa. Allah tidak sakit hati ketika manusia hanya berdoa saat dia butuh saja. Allah akan tetap memenuhi segala kebutuhan manusia, asal ia memintanya.

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim." [QS. Yunus (10): 106]

Kemaharohiman Allah ini sebagai bentuk rasa sayang yang sangat dari Pencipta kepada makhluknya. Diingkari bagaimanapun, Allah tetap sayang kepada manusia. Bahkan walau manusia itu tidak mempercayai dan meyakini Allah Swt Zat yang Mahatunggal yang tidak beranak dan diperanakkan, serta satu-satunya tempat bergantung, Allah Swt tetap akan memberikan rasa sayangnya itu. Sebaliknya, manusia ada saja yang ingkar dengan menduakannya serta mencari tempat bergantung kepada sesama manusia.

"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih." [QS. Al Isra (17): 67]

Manusia yang meminta dan bergantung kepada makhluk goib, sejatinya mengingkari Kemahakuasaan Allah. Makhluk goib itu sendiri merupakan makhluk Allah. Ia dapat hidup pun karena Kemaharohiman Allah swt. Sungguh tidak elok, bila ada manusia yang memohon kepada sesama makhluk, padahal makhluk tersebut pun mendapat karunia hidup dari Allah. Kenapa tidak langsung berdoa kepada Allah Swt.

FirmanNya, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan (doa) bagimu." [QS. Al Mu’min (40): 60]. Semudah itu Allah Swt memperkenankan hambaNya untuk memohon secara langsung kepadaNya. Tanpa perantara.

Doa bukanlah mantra-mantra. Berdoa tidak perlu sesaji. Berdoa tidak perlu perantara. Berdoa mesti diiringi dengan keimanan kepada Allah Swt. Berdoa bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja. Berdoa menunjukan kerendahan diri dan hati manusia di hadapan Tuhannya. Berdoalah, dan Allah Swt akan mengabulkannya.