Notification

×

Iklan

Iklan

Saat Sendirian, Ingatlah Allah Yang Mahadekat

Rabu, Juni 23, 2021 | 10:39 WIB Last Updated 2021-09-03T14:14:39Z

Saat kita sendirian, rasa sepi pastinya akan selalu menyergap; merayapi hati hingga menjalar sampai ke jiwa. Kita seolah menjelma menjadi orang asing tatkala rasa sepi itu hadir. Bahkan, ketika malam hari tiba, mata kita sulit terpejam, karena rasa takut dan khawatir membuncah tak tentu arah.

Karena itu, kita tak boleh merasa sepi, tersebab ada banyak cinta dan dukungan yang kadang tidak kita rasakan kehadirannya. Jika selalu berfikir begitu, tentu saja rasa sepi hanya akan menjadi ratapan, racauan, dan kutukan sehingga membuat kita tidak bersyukur atas karunia Allah dalam wujud nikmat-Nya.

Allah memberikan ujian untuk menaikkan derajat kita, untuk mengetahui kadar keimanan kita kepada-Nya. Apakah kita sabar atau sebaliknya. Karena bersamaan dengan kesusahan itu pasti ada kemudahan. Dan percayalah engkau tak pernah sendiri, ada Allah yang selalu menemani. Engkau berharga pada hati mereka orang-orang yang mencintaimu.

Kehidupan tempat kita belajar dan berinteraksi juga bersosialisasi. Tak mungkin kita hidup dalam kesendirian. Terus yang lain dianggap apa?

Saat diri merasa sendiri. Dunia terasa sempit. Penuh sesak dan sumpek! Mata berurai hati berprasangka. Pejamkan matamu sejenak. Jernihkan pikiran beningkan hati. Dan, tumbuhkan rasa cintamu hanya pada Allah, karena seringkali kita terjebak pada pikiran yang salah sehingga tindakan dan ucapan pun menjadi salah; bahkan kerap melanggar norma.

Karena itu, di saat kamu merasa sendiri, Ingatlah selalu Allah. Ingat pula bahwa selama kamu mengingat-Nya dan hati yakin padaNya; sepimu tiada, sedihmu sirna, dan kesendirianmu berganti dengan kebersamaan yang indah bersama Allah.

Berharaplah selalu pada Allah! Tak usah resah, tak usah risau, dan tak usah galau saat kesendirian menyerangmu, karena Allah bersama kita. Berserah dirilah pada Allah, tersebab selama kita berserah diri pada-Nya, kita tidak akan pernah sendiri, setiap masalah bertemu solusinya, dan kita dapat mendewasakan diri sehingga hidup menjadi lebih baik. Aamiin!!!

Allah lah; hanya Dia lah yang membersamai kita di saat kawan berlarian meninggalkan kita. Karena itu, mari kita merenung saat sedang sendiri, di keremangan malam, menangisi dosa yang pernah dilakukan; kemudian ketuklah pintu awal untuk mencintai-Nya dengan penuh khusyuk dan ikhlas.

Serahkan seluruh hidupmu hanya kepada Allah. Insyaallah hatimu tidak akan pernah kesepian, resah, galau, dan takut menghadapi kehidupan.