Notification

×

Iklan

Iklan

Mohon Bersabar, Sebab Hidup ialah Ujian

Minggu, Juni 20, 2021 | 10:25 WIB Last Updated 2021-09-12T07:39:28Z

Ibarat kita hendak naik kelas, cobaan hidup itu bagaikan soal-soal ujian yang harus kita selesaikan sehingga bisa naik kelas dengan lancar. Bedanya, kelulusan dalam menghadapi cobaan hidup seperti denyut nadi dalam rongga tubuhmu. Saat kamu tidak mampu bersabar menghadapinya, tentu saja akan berdampak terhadap kelesuan jiwa dalam menjalani kehidupan di muka bumi.

Cobaan hidup itu mendewasakan jiwa, menguatkan mental, dan menumbuhkan pikiran positif. Karenanya, saat kita berhadapan dengan kesulitan, kita jangan lantas galau terus menerus sampai-sampai kehilangan semangat hidup. Ingat, Allah bersama orang yang sabar. Dia (Allah) akan selalu mendengar rintih tangisan orang yang bersabar menghadapi ujian, musibah dan bencana dalam hidupnya.

Karena itu, bila kita sedang mendapatkan ujian, hadapilah...! Karena dengan ujian itu, Allah ingin kita bersabar, ingin kita menjadi semakin bijaksana, dan utamanya ingin kita menjadi hamba yang selalu berprasangka baik kepada-Nya. Wujud kesabaran menghadapi ujian dari Allah, sederhananya, memiliki tingkatan yang berbeda-beda, lho.

 

Pertama, kesabaran menahan diri dari melakukan perbuatan buruk. Kedua, kesabaran untuk menahan diri mengeluh secara lisan. Ketiga, bersabar menahan diri dari mengeluh dalam hati.


Karena itulah, apabila kita diuji dengan kesusahan, maka yakinlah dibalik itu akan segera terbit kemudahan. Di balik kesempitan, akan segera terbit kelapangan. Karena ujian hidup adalah anugrah dari Allah untuk kita agar bisa menjadi orang yang bersabar. Maka, ubahlah ujian itu dari musibah menjadi anugreah berharga dalam hidup. Dalam bahasa lain, melalui ujian hidup, Allah hendak berkata pada kita, Mohon Bersabar, ini Ujian!

Jika kita ingin menjadi manusia sabar, belajarlah kepada Nabi Yakub as, sebab darinya kita bisa belajar bahwa mengadukan seluruh keluh kesah harus hanya kepada Allah. Yakub as adalah seorang Nabi yang termashur memiliki tipe kesabaran tingkat terbaik, karena beliau bukan saja menahan diri dari membicarakan kesulitan yang sedang dihadapi kepada manusia, melainkan menahan diri dari merasakan derita di hati terkait kehilangan anaknya yang dicintai dan disayangi.

Kesabaran Nabi Yakub as itu dinamakan dengan kesabaran yang indah (al-shabru al-jamilah). Karenanya, benar bila dikatakan bahwa inti dari kesabaran adalah menahan beban, menanggung derita, dan bersusah payah dalam kesedihan. Semakin kuat seseorang menahan beban berat, menanggung derita, dan bersusah payah dalam kesedihan; maka semakin indah akhir dari hidupnya sehingga akan mendapatkan balasan surga dari Allah.

Dengan sabar, maka kita akan dibimbing untuk selalu mengenal dan dekat dengan Allah Swt., lalu berpikir positif atas segala yang terjadi dalam hidup kita. Bukan lantas galau, mengeluh, meracau dan update status di medsos ketika ujian ataupun kesulitan datang. Bahkan, lebay menyalahkan orang lain sebagai biang kerok kita mendapatkan ujian tersebut.

Ingat wan kawan, ujian atau cobaan dalam hidup bisa datang pada saat yang tak terduga, tak kenal waktu, bahkan tak melihat usia. Ia (cobaan) hadir dalam hidup karena diutus Tuhan untuk menempa dirimu menjadi manusia dewasa dan bijaksana. Jadi, saat cobaan datang bertubi-tubi; mohon bersabar...sebab ini ialah ujian hidup agar kamu menjadi manusia tangguh.