
Membuka hati dengan segala
kesadaran, sama halnya meluaskan
diri kita dan hidup dipenuhi nilai spiritual. Pengetahuan yang
sejati selalu datang dari hati, sebab makna batin dari kehidupan bermula dari
hati.
Hati yang tertutup bisa
meningkatkan rasa sakit dan menghambat segala potensi untuk bahagia. Ingat kawan! Saat kita lagi stress, gelisah, atau gundah. Coba ingat-ingat lagi,
sejauh mana hubungan yang kita bangun dengan Allah.
Kita takut dan gemetar terhadap rasa
kesedihan, kedukaan, iri hati, atau rasa sakit yang lain. Semua rasa pahit dan
ketakutan, bisa berbuah manis bila dikembalikan kepada sang Mahacinta yang
bersemayam di hati yang suci dan bersih.
Sudah saatnya, hati kita dijadikan kompas untuk memapah jalan kehidupan yang lebih baik.
Lakukan langkah-langkah di bawah ini biar hati kita selembut sutra
sedingin salju:
·
Lemah lembutkan hatimu dengan shalat malam atau Qiyamullail, sebab itu akan membawamu pada
ketenangan hidup.
·
Bersihkan hatimu dengan membaca Al
Qur’an. Karena Al-Quran jamuan terindah dari yang maha segalanya. Allah tahu
segala urusan, keinginan, dan kebutuhanmu.
·
Ingatlah Allah dalam setiap langkah
dan hembusan napas ditiap detik hidup kita.
·
Tawakal dan berserahlah saat segala
iktiar sudah kita lakukan. Sebab hati mudah kotor dengan segala nafsu amarah.
·
Jadikan sabar sebagai benteng dikala
persoalan melanda dalam hidup ini. Kesabaran karena Allah akan menjadikan hati
bersih tanpa prasangka kepadaNya.
·
Niatkan dalam diri untuk selalu
berubah kearah yang lebih baik.
Seorang muslim yang kuat, dia mampu merubah rasa sakit dalam hidup dan perasaanya menjadi mutiara hikmah yang disukai banyak orang. Kesalehan terlihat saat jiwa dan hati menjadi nyaman, serta terhindar dari perbuatan dosa, yang bisa melukai hati.
Saat hati keruh, dekati
Allah sebab Dia berhak mengirimkan hikmah kepada siapa saja
yang Dia kehendaki.
Jangan lari dari kepedihan. Hatilah penentu segala perasaan!
Tutuplah pintu bicara dan bukalah jendela
hati!
Bulan hanya akan menciummu melalui Jendela.
Tuhan selalu bersemayam dalam hati mahluk yang bernama
manusia. Dari
zaman dulu sampai sekarang dengan segala macam ilmu pengetahuan, keberadaan
Tuhan tidak pernah sirna dari kehidupan. Manusia diciptakan dengan bekal kesadaran terhadap ketuhanan.
Allah adalah sumber sekaligus model manusia, “Sesungguhnya
kita bagian dari Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya kita kembali”.
Namun, terkadang,
nafsu dan egoisme yang membungkus diri ini menyebabkan lupa akan fitrah kita
diciptakan. Saat cara hidup kita
di
dunia menjauh dari Allah, maka kesedihan yang mendalam akan muncul.
Percayalah…! Kekasih kita yang sesungguhnya adalah Allah. Jadikan Allah itu soul mate terbaikmu setiap saat dan
setiap detak di jantungmu.
Neraka yang sesungguhnya
di dunia, saat kita dihadapkan pada kenyataan yang menyebabkan Allah jauh dari
kita. Sedangkan surga saat kita menikmati manisnya ketaatan kepada perintah-Nya.
Ingat…! Kelalaian kepada Allah bisa terus terbawa, sampai kita meninggal dunia. Sekarang, sudah saatnya kita dekati dan hadirkan kembali Allah dalam kehidupan kita.
Semoga kita selalu dikarunia kedekatan (qurbah) kepada Allah dan kebahagiaan saat berada di khadirat-Nya. Cinta pada sang Mahacinta, haruslah didasari ketundukan. Merendahkan diri dengan segala ketaaan mutlak hukumnya. Cintailah Allah dengan segala kemurnianya! Jika cintamu kepadaNya terbagi, berarti kita membagi ketundukan dan ibadah kita bukan kepada Allah.
Pokok cinta selalu bersemayam
dalam hati. Namun cinta juga bisa diluapkan melalui lisan. Cinta pun harus
dibuktikan dalam perbuatan. Tanda-tanda orang yang mencintai Allah, haruslah
siap meneladani kekasihNya.
Cintanya yang agung kepada Allah,
selalu berwujud menjadi bentuk-bentuk
pengorbanan yang menakjubkan. Kerelaan hati orang-orang yang jujur dan tulus
dalam mencintai Allah tidak pernah kering dari amal-amal kebaikan yang bervisi
akhirat dan maslahat.
Bukti cinta kita kepada Allah
harus diwujudkan dengan cara-cara yang sesuai dengan ajaran Rasulullah.
Karena Allah hanya ridha jika
kita mengikuti Rasulullah dalam beribadah kepadanya. Membangun persaudaraan
yang kokoh, saling menyayangi, mengayomi, dan membantu orang lain.
Adakalanya, seluruh anggota tubuh
kita akan menjadi saksi tentang cinta pada sang Khaliq. Cintailah Dia dengan
seluruh jiwa dan seluruh akal budi, maka Dia pun akan membimbing hidup kita.
Percayalah! Allah Swt. juga berfirman dalam kitab suci Al-Quran sbb,
“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran [3]: 31).
Posting Komentar