Notification

×

Iklan

Iklan

Surga Ialah Hadiah untuk Kebaikan Manusia

Senin, Desember 20, 2021 | 09:16 WIB Last Updated 2021-12-20T02:16:55Z


“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, ‘Siapakah orang yang enggan tersebut, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga’,”
(HR Bukhari).

Mungkin kita suka terlanjur percaya diri kalau amal kebaikan yang dikerjakan akan mengantarkan kita ke surga. Sungguh pemikiran yang keliru. Sama sekali tidak demikian!

Kita tidak bisa menukar harta benda yang disedekahkan, tenaga dan pikiran yang digunakan untuk membantu orang lain, dan usia yang dihabiskan hanya untuk beramal shaleh dengan surganya Allah.

Insan kamil yang sudah jelas memiliki amal shaleh teramat besar, dan mungkin tidak ternilai jika dibandingkan dengan amalan siapa pun; tetap saja akan melalui proses perhitungan di hadapan Allah.

Lalu, apakah yang bisa membawa kita masuk ke dalam surga?

Dulu, para sahabat dengan penuh penasaran mengajukan pertanyaan tersebut kepada Rasulullah. “Abu Hurairah Ra. berkata, ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ‘Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke surga’. ‘Engkau juga tidak, wahai Rasulullah?’ tanya beberapa sahabat beliau. Beliau kembali bersabda, ‘Aku pun tidak. Itu (masuk surga) semua hanya karena karunia dan rahmat Allah’,” (HR Bukhari).

Karunia dan rahmat Allah sungguh sangat lapang. Allah akan merahmati siapa saja yang dikehendaki: baik kepada orang shaleh maupun kepada ahli maksiat.

Alkisah, seorang pelacur dari kalangan Bani Israil sedang kehausan akibat perjalanan jauh, sedang ia berada di tengah-tengah padang pasir yang tandus.

Di suatu tempat, ia berhasil mengambil sedikit air dari sebuah sumur yang hampir kering. Baru saja si pelacur hendak meminum air untuk mengusir dahaga, didapatinya seekor anjing yang tampak kehausan. Dengan penuh kerelaan, si pelacur memberikan air yang hampir saja diminumnya itu kepada si anjing.

Si pelacur meneruskan perjalanannya, sedang ia semakin kehausan. Karena tak kunjung menemukan kembali sumber air, pada akhirnya dehidrasi menyebabkan si pelacur meninggal dunia.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Allah telah menjamin pelacur tersebut menjadi salah satu penghuni surga, sebagai balasan untuk perbuatannya.

Kita bisa bayangkan, betapa Allah Maha Pemurah. Kita seringkali menganggap rendah pelacur, juga memandang hina terhadap anjing. Tetapi, sedekah secangkir air dari orang yang biasa kita anggap rendah terhadap makhluk yang kita pandang hina mampu membawanya ke surga. Mahasuci Allah.

Maka, janganlah beramal karena mengharapkan surga. Tapi, memohonlah agar mendapat rahmat dan ridhonya Allah Swt.

Dari kisah pelacur tadi, kita bisa memetik hikmah, bahwa untuk mendapatkan rahmat dan ridho Allah kita mesri beribadah dengan ikhlas hanya karena Allah, dan tentu sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan tuntunan sunnah Rasulullah.

“Jangan sekali-kali engkau meremehkan sesuatu dari kebajikan, walaupun sekedar menjumpai saudaramu dengan wajah yang cerah,” (HR Muslim).

Adakah di antara kita yang enggan masuk Surga? Dijamin, tidak ada!