Notification

×

Iklan

Iklan

Bersahabatlah dengan Al-Quran

Senin, Mei 03, 2021 | 21:18 WIB Last Updated 2021-05-03T14:18:02Z

Kawan, kita pasti kebingungan ketika berkelana ke suatu tempat tanpa membawa peta maupun petunjuk. Parahnya lagi, bila kita tidak tahu hendak kemana menuju. Ya, keberuntungan bagi kita, ketika ada teman menyertai perjalanan, atau kebetulan ada orang berbaik hati yang memberi petunjuk arah. Syahdan, masalah pun seketika teratasi. Kita berjalan dengan tenang karena hadirnya mereka.

Begitu pun dalam mengarungi kehidupan. Kebingungan akan merongrong setiap insan yang tiada memegang petunjuk. Ya, pada prinsipnya, hidup di dunia adalah petualangan singkat, stasiun atau terminal untuk menuju ke kampung asal muasal kita, yakni akhirat yang kekal.

Tahukan peta atau petunjuk ke tempat asal muasal kita itu berada? Ketahuilah bahwa petunjuk yang paling utama adalah Al-Quran; wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril. Mari kita gunakan peta itu sebaik-baiknya, agar tidak kelimpungan alias bingung.

Allah Swt., berfirman, “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,” (QS Adh-Dhuha [93]: 7).

Dalam Al-Quran kita akan menemukan segala solusi atas permasalahan hidup. Al-Quran berisikan berita ghaib yang memuat masa lalu dan masa depan, ajaran tauhid dan hukum-hukum, ilmu pengetahuan, kisah-kisah yang menggugah, teguran, larangan dan perintah, kabar baik berupa balasan surga yang memotivasi dan kabar buruk mengenai azab sebagai peringatan akan hakikat kehidupan.

Seringkali dalam hidup kita dihinggapi berbagai penyakit hati, sehingga mengubah hati menjadi keras dan mati. Tak jarang pula, kita diliputi keragu-raguan. Al-Quran adalah obat yang paling mujarab untuk mengatasinya.

Dia (Al-Quran) bisa menghilangkan keraguan dalam hati, karena berisi penjelasan yang terang dan argumen-argumen yang kuat. Al-Quran menjelaskan segala sesuatunya dengan amat jelas, memisahkan antara yang haq dan bathil.

Sebagai "guide book of life", sebaiknya Al-Quran kita dikaji dengan sebenar-benarnya, diamalkan agar didapat manfaatnya. Kita mesti mencintai Al-Quran dengan keimanan yang kuat. Lalu membuktikannya melalui amal nyata, seakan-akan kita tengah berinteraksi sangat kuat dengannya.

Betul, jika Johan Wolfgang von Goethe pernah berujar, “Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya,” Ini artinya, membaca Al-Quran dengan konsisten, menghafalnya, mempelajari dan memahami kandungannya, mengkajinya dengan mengikuti majelis ilmu, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mendakwahkan dan menularkan kecintaan kita kepada orang lain; adalah cara kita berinteraksi dengan Al-Quran.

Dalam setiap kondisi, Al-Quran sangat bisa diandalkan karena sebagai solusi masalah dan motivasi menjalani hidup. Al-Quran akan melahirkan generasi cerdas yang mampu menjawab tantangan zaman. Tak hanya itu, Al-Quran yang diamalkan juga akan melahirkan berbagai perbuatan yang mengandung kebaikan; mengantarkan kita pada kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki, di dunia dan di akhirat.

Yakinlah! Semua persoalan ada solusinya. Semua hambatan, juga dapat teratasi. Berbahagialah ketika kita kembali kepada al-Quran. Dan, berjalanlah di muka bumi bersama Al-Quran. Let’s come back to Al-Quran!