Notification

×

Iklan

Iklan

Penuhi Keinginanmu dengan Shalat Hajat dan Doa

Jumat, November 05, 2021 | 15:13 WIB Last Updated 2021-11-05T08:13:13Z


Normal rasanya bila kita memiliki keinginan untuk terpenuhinya kebutuhan dalam hidup ini. Kalau tiada kebutuhan hidup, kita tidak pantas disebut sebagai manusia. Karena hanya malaikat lah yang tak memiliki kebutuhan, tersebab mereka tak memiliki hawa nafsu, hasrat, dan gairah keduniawian. 


Sementara, kita – sebagai manusia – tentunya memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan keinginan tersebut selalu ada dan tidak pernah habis. 


Tak heran ketika kita menginginkan rumah sederhana, setelah terpenuhi, maka menginginkan rumah mewah; ketika motor sudah dimiliki, muncul keinginan memiliki mobil. Dan, ketika memiliki mobil, kita dengan serakah mengangankan kapal pesiar. 


Keinginan-keinginan itu pun, bisa menyangkut kepentingan pribadi maupun keinginan yang menyangkut orang banyak. Bagi yang beriman, segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha praktis belaka. Dalam bahasa lain, tidak hanya dengan bekerja semata. 


Namun, terlebih dahulu mengadukannya kepada Allah Swt., sebab Dia adalah Zat Yang Mahakaya, yang memiliki langit, bumi, dan seluruh alam semesta; Zat Yang tidak bakhil dalam memberi kepada yang memohon dan meminta kepada-Nya. 


Allah dijadikan sandaran batinnya sebagai tempat permohonan, pertolongan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan duniawi, sehingga setiap geraknya – usaha yang dilakukan – akan mendapatkan ganjaran dari-Nya. 


Tetapi, banyak sekali manusia yang celaka karena sama sekali tak mengenal siapa Tuhan yang patut untuk dimintai permohonan, sehingga ia mengajukan terpenuhinya kebutuhan hidup kepada Dukun yang mengaku mampu menggandakan uang, alhasil mereka tertipu miliaran rupiah. Rugi di dunia, lalu merugi pula di akhirat kelak.  


Sebagai manusia, kita tidak mungkin lepas dari keinginan terpenuhinya kebutuhan duniawi, namun, sebagai orang beriman, patut menaati aturan dengan konsisten, yakni salah satunya mengajukan segala kebutuhan kita pada Allah dengan menunaikan shalat. 


Kita lebih baik memohon petunjuk pada-Nya dengan cara shalat sunah hajat sebagai media yang insyaAllah akan mengantarkan keinginan kita menjadi sebuah kenyataan yang diridhai Allah. 


Dia (Allah) pasti menggabulkan permohonan hamba-Nya, karena Allah selalu dekat dengan hamba-Nya dan Dia Maha mendengar. Kita hanya perlu untuk mendirikan shalat ketika ada kebutuhan yang hendak dipenuhi. 


Salah satunya dengan melaksanakan shalat hajat, disaat kita membutuhkan sesuatu, memiliki maksud tertentu, dan menginginkan terpenuhinya kebutuhan hidup. Shalat hajat ialah shalat sunah yang selalu dikerjakan ketika kita memiliki suatu keperluan (hajat) agar diperkenankan oleh Allah. 


Di dalam Al-Quran, Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan kesabaran dan shalat, sesuguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).


Ketika kita berhajat untuk memperoleh pekerjaan pada sebuah perusahaan, sementara itu yang melamar sangat banyak, dengan kualitas skill yang memadai. Di tengah ketatnya persaingan itu, kita melaksanakan shalat hajat agar proses wawancara dilancarkan dan akhirnya bisa diterima bekerja. 


Maka hajatnya pun dipenuhi Allah. Melalui salat hajat itulah, mental kita dipateri kesabaran, skill kita ditempa kemampuan, dan kualitas diri disisipi kepantasan menjadi pekerja; alhasil dengan mudah dapat menghadapi proses wawancara. 


Itulah manfaat yang dapat kita rasakan dari salat hajat, sementara ada juga manfaat yang tak dapat dirasakan. 


Setiap doa yang kita panjatkan di dalam salat hajat itu dikabulkan oleh Allah, bukankah rezeki yang kita pinta, tak datang dalam bentuk uang atau materi lainnya, namun bisa dalam bentuk kesehatan yang terjaga, anak yang baik, dan kebahagiaan keluarga? Atau shalat hajat yang kita laksanakan pahalanya dapat dirasakan ketika menjalani kehidupan di akhirat. 


Dalam sebuah riwayat, Nabi Muahammad Saw. pernah didatangi Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu terkait ajaran Islam. Ketika menyampaikan wahyu itu, Jibril berkata, "Wahai Nabi Allah, bila kamu menghadapi persoalan keduniaan dan kamu menginginkan sesuatu untuk keperluan dunia itu, lakukanlah salat hajat dan berdoalah agar Allah menyelesaikan dan memenuhi kebutuhanmu.” (Al-Hadits). 


Setiap upaya pemenuhan kebutuhan hidup harus dibarengi dengan menyempurnakan ikhtiar, agar dilancarkan proses mewujudkan keinginanmu. InsyaAllah dengan melaksanakan shalat Hajat, Allah akan mengabulkan doa dan keinginan tersebut. 


Doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal adalah kewajiban kita dalam mewujudkan apa yang kita inginkan menjadi sebuah kenyataan. Di dalam surah Al-Baqarah, ayat 45 yang saya kutip di atas, selain menunaikan shalat, kita juga diperintahkan untuk selalu bersabar dalam menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. 


Oleh karena itu, shalat Hajat dan memohon kepada Allah dapat kita lakukan setiap hari dengan khusyuk serta tanpa rasa bosan bila apa yang kita butuhkan dan inginkan belum dikabulkan Allah. 


Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya, maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad).