Notification

×

Iklan

Iklan

Surga Balasan Penjenguk Orang Sakit

Senin, Mei 03, 2021 | 19:24 WIB Last Updated 2021-10-24T14:58:23Z


Ketika seseorang sedang ditimpa penyakit, kadang ia membutuhkan kehadiran seseorang disampingnya yang selalu menyemangati. Karena itulah, menjenguk orang sakit termasuk salah satu amalan yang dapat membukakan pintu surga untuk kita di akhirat kelak. Sebab dengan jengukan kita inilah, ia bisa menghalau putus asa karena penyakit yang dideritanya.


Bayangkan ketika kita sedang terbaring lemah menahan rasa sakit, kemungkinan kita akan merindukan seseorang berada disamping. Dengan menjenguk orang yang sakit, berarti kita sedang memberikan kebaikan kepadanya. 


Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa saja menjenguk orang sakit atau mengunjungi karena Allah, maka malaikat berseru, “engkau adalah orang yang baik, langkahmu adalah langkah yang baik, dan engkau telah mendapatkan suatu posisi di surga.” (HR.Tirmidzi).


Menjenguk orang sakit, tidaklah berat dilaksanakan. Akan tetapi, pahala yang dijanjikan Allah bagi para penjenguk orang yang sakit sangat luar biasa besar. Sang penjenguk dijanjikan akan mendapatkan kemudahan memasuki surga-Nya. 


Selain akan mendapatkan balasan surga, Dia (Allah) juga menyediakan pahala yang sangat menjanjikan bagi kehidupan kita di akhirat kelak. Dengan menjenguk orang sakit, kita akan memperoleh pujian dari Allah dan shalawat dari sekira 70.000 malaikat.


Tak hanya itu, kelak – di surga – kita akan memperoleh sebuah taman yang nyaman dan indah. Sabda Nabi Saw., “Tidak ada seorang Muslim yang menjenguk saudaranya sesama Muslim di pagi hari, melainkan tujuh puluh ribu Malaikat dan bersalawat untuknya hingga sore hari. Jika ia menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat untuknya hingga pagi hari, dan ia mendapat taman buah di surga.”(HR.Tirmidzi).


Apalagi jika orang yang sakit itu salah satu saudara kita. Ketika kita tidak menjenguknya, Allah akan menanyakannya pada hari kiamat nanti, kenapa kita tidak menjenguk dan memberikan ketenangan padanya. Karena itu, agar kita mendapatkan pahala surga dari-Nya, maka taati adab dan etika menjenguk orang sakit.


Seperti selalu berbicara yang baik, memotivasi, dan senantiasa memperlakukan mereka dengan baik, agar malaikat selalu mengaminkan apa yang kita katakan dan lakukan saat menjenguk orang sakit. Motivasi yang kita berikan seharusnya membentuk mental orang yang sakit agar selalu diliputi kesabaran, ketabahan, dan keridhaan atas ketetapan yang diberikan oleh Allah.


Tak salah juga, kalau kita membangkitkan harapan atas kesembuhan kepada-Nya. Selain memotivasi, kita juga sejatinya mendoakan kesembuhan baginya. Dengan melaksanakannya, proses menjenguk orang yang sakit itu, akan mengantarkan kita menuju surga-Nya yang abadi dan indah.


Berikanlah semangat kepada orang yang sedang kita jenguk, lalu berdoalah untuk kesembuhannya. Karena dengannya, kita seolah sedang memberikan sebuah kebaikan yang akan membukakan pintu surga bernama Al-Khair. Menjenguk orang yang sakit harus dilakukan dengan tulus ikhlas dan dipenuhi kasih sayang. Dengan demikian, proses menjenguk kita akan bernilai disisi Allah.


Ketika Rasulullah Saw. menjenguk sebagian anggota keluarganya yang sakit, ia selalu mengusap-usap mereka dengan tangan kanan seraya berdoa, “Allahumma robban naasi adz hibil ba’sa isyfi, antasy syaafi, laa syifaa’a illa syifaa’uka syifaa’an laa yughodiruu aqma” – Ya Allah Tuhan (yang memelihara) manusia, hilangkanlah penyakitnya dan sembuhkanlah dirinya. Sesungguhnya Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.” (HR. Bukhari).


Artikel ini ditulis sebelum ada pandemik covid-19. Dalam pendapat pribadi, untuk menjaga kemashlahatan bersama, dianjurkan agar tidak menjenguk orang yang sakit. Kita harus mematuhi kaidah hukum Islam, bahwa hukum itu lahir untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia, menjaga agama, menjaga keturunan, dan menjaga kesehatan bersama. Tabik!!!